Rifaskes

  • 22/Sep/2021
  • Admin
  • Penelitian
  • 109

Riset Fasilitas Kesehatan 2019

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, disebutkan bahwa seluruh penduduk Indonesia masuk sebagai peserta BPJS paling lambat 1 Januari 2019. Setiap peserta berhak memperoleh manfaat jaminan kesehatan yang bersifat pelayanan kesehatan perorangan mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan.

Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas ketersediaan fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk pelaksanaan program jaminan kesehatan. Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 mengenai Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan menginstruksikan agar Menteri Kesehatan menjamin ketersediaan obat dan alat kesehatan bagi peserta JKN terutama obat esensial, dan menjamin ketersediaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia pada fasilitas kesehatan bersama pemerintah daerah, TNI/Polri dan swasta.

Dalam mempersiapkan pelayanan berkualitas kita perlu meninjau seluruh aspek yaitu: tata kelola, SDM, sarana dan prasarana, obat-obatan dan alat kesehatan, sistem informasi, pelayanan dan pembiayaan. Pada tahun 2019, Badan Litbang Kesehatan telah melaksanakan Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes): Riset Evaluatif JKN Tahun 2019. Tujuan umum dari penelitian ini adalah diperolehnya rekomendasi untuk penguatan pencapaian pelayanan kesehatan semesta dan perbaikan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. 

Proses pengumpulan sudah dilakukan. Analisis data dan penyusunan laporan sedang dilakukan. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan sebagai lokasi riset. Untuk menyampaikan informasi tata kelola, SDM, sarana dan prasarana, obat-obatan dan alat kesehatan, sistem informasi, pelayanan dan pembiayaan di Puskesmas, maka perlu dilakukan diseminasi Rifaskes Provinsi Korwil IV Tahun 2019, khususnya fasilitas kesehatan Puskesmas.