Advokasi Naskah Rekomendasi

  • 14/Sep/2021
  • Admin
  • Berita
  • 162

“Pentingnya Budidaya Komoditas Tanaman Obat Utama di Jawa Tengah”

“Kami sebagai lembaga penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional telah melakukan berbagai penelitian dan kajian. Penelitian dan kajian tidak hanya berhenti di naskah jurnal, namun informasi-informasi tersebut kami olah menjadi suatu naskah rekomendasi. Naskah rekomendasi ini dapat digunakan sebagai bahan untuk policy brief baik bagi pemerintah daerah maupun pusat”, ungkap Kepala B2P2TOOT dalam sambutannya pada acara Advokasi  Naskah Rekomendasi “Pentingnya Budidaya Komoditas Tanaman Obat Utama di Jawa Tengah”. Advokasi ini diselenggarakan pada Selasa 14 September 2021 bertempat di Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah. Advokasi ini bertujuan untuk menyampaikan Rekomendasi Kebijakan kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah. Rekomendasi yang diadvokasikan merupakan perwujudan Client Oriented Research Activity dalam suatu penelitian atau kajian.

Yang menjadi dasar dalam kajian naskah rekomendasi ini adalah potensi Jawa Tengah dalam pengembangan obat tradisional. Jawa Tengah merupakan sentra industri Jamu Nasional. Namun di sisi lain kebutuhan bahan baku masih dipasok dari provinsi lain. Secara eko-geografi, wilayah Jawa Tengah sangat potensial untuk pengembangan budidaya berbagai jenis tanaman obat dan berpeluang menjadi sentra bahan baku obat tradisional. Melalui penerbitan regulasi yang jelas dari pemerintah daerah dalam menetapkan kawasan-kawasan budidaya di bagian hulu dan pembentukan aliansi petani-industri-perbangkan di sisi hilir, diharapkan akan mampu mendorong  minat petani dalam budidaya tanaman obat. Rekomendasi Kebijakan ini disusun oleh Tim Peneliti B2P2TOOt yaitu: Heru Sudrajad, MP., Fauzi, MP., Rohmat Mujahid, M.Sc., M. Suryana, M.Sc., M. Bhakti Samsu Adi, M.Si., Nurul Husniyati Listyana, SP. dan Prof. Yuli Widiyastuti, MP. 

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Ir. Tri Susilolarjo, MM menyampaikan bahwa beliau beserta jajarannya menyambut baik kegiatan advokasi ini. “Kami sangat terbuka terkait hasil penelitian dari B2P2TOOT. Ada hal baru yang bisa kami adopsi dan tindak lanjuti terkait pelaksanaan di lapangan”, ungkap beliau. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kepala atau perwakilan dari Balai Pelatihan Pertanian Jawa Tengah, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Tengah, Balai Perlindungan Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Jawa Tengah, dan Kebun Balai Holtikultura Semarang Jawa Tengah. (il)