Kunjungan Fakultas Pertanian Universitas Tidar Magelang

  • 14/Jun/2021
  • Admin
  • Berita
  • 207

Fakultas Pertanian Universitas Tidar Magelang berkunjung ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu pada 14 Juni 2021. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan yang dilakukan oleh B2P2TOOT pada 23 Februari 2021, serta tindak lanjut inisisasi perjanjian kerja sama penelitian dan pengembangan tanaman obat. Rombongan Universitas Tidar (Untidar) yang turut hadir pada kunjungan kali ini adalah Rektor Untidar, Dekan Fakultas Pertanian beserta dosen dan staf Untidar.

B2P2TOOT dan Fakultas Pertanian Untidar akan mengadakan kerja sama dalam penelitian standarisasi tanaman obat. Standarisasi tanaman iler merupakan pilot project dalam kerja sama tersebut. Tanaman iler merupakan tanaman semak yang berpotensi untuk mengatasi penyakit hemoroid (wasir). Tanaman iler dipilih karena termasuk salah satu tanaman yang dipakai dalam formula Jamu Saintifik.

Prof. Mukh Arifin selaku Rektor Untidar menyampaikan bahwa pada waktu dekat Untidar akan membuka program studi Farmasi yang memiliki spesialisasi di bidang herbal. Untidar memerlukan masukan ataupun sharing dari B2P2TOOT untuk pengembangan laboratorium terpadu pada program studi Farmasi.

Kepala B2P2TOOT menyambut baik kunjungan balasan ini sebagai upaya inisiasi kerja sama penelitian tanaman obat. Kerja sama yang dilakukan akan memberikan arti yang luar biasa bagi kedua belah pihak. ‘Kami sampaikan terima kasih atas sambutan baik inisiasi kerja sama yang kami ajukan. Kami masih memiliki kekurangan serta banyak potensi yang bisa dikembangkan,  sehingga diharapkan kerja sama ini akan memberikan potensi bagi kedua belah pihak. Terkait dengan Riset Tanaman Obat dan Jamu (RISTOJA), kami memerlukan kolaborasi dengan universitas dan lembaga lain. Saat ini Kementerian Kesehatan sedang fokus dalam pengembangan fitofarmaka. Kami merupakan salah satu institusi yang ditunjuk dalam pengembangan fitofarmaka tersebut, memerlukan kerja sama dengan berbagi pihak khususnya lembaga riset atau perguruan tinggi dan industri. Ini merupakan langkah yang bagus dalam kerja sama dalam penelitian tersebut. Rencana kerja sama ini akan lebih baik dituangkan dalam bentuk dokumen kerja sama yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak agar kegiatan dapat dilakukan dengan lebih terarah dan memenuhi aspek legal.