Kegiatan TOJA EXPO 2018

  • 07/Dec/2018
  • Admin
  • Berita
  • 199543

TOJA EXPO 2018

Diseminasi Hasil Litbang Tanaman Obat & Obat Tradisional  dan Pameran

 

 

TOJA EXPO 2018 merupakan tajuk dari kegiatan Diseminasi Hasil Penilitian yang diselenggarakan oleh Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu dalam angka melaksanakan tugak pokok sebagai lembaga riset dan upaya partisipasinya dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-101.  TOJA EXPO, akronim dari Tumbuhan Obat dan Jamu Expo, diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 30 November 2018 dan 1 Desember 2018 di Gedung Wanita Karanganyar dan akan dibuka oleh Bupati Karanganyar.

 

 

 

Tujuan TOJA EXPO adalah untuk:

          a.        Mendiseminasikan hasil penelitian B2P2TOOT  TA 2017 kepada stakeholder ABGCM.

          b.        Memberikan wahana promosi kepada UMKM yang aktif bergerak dalam bidang tanaman obat dan obat tradisional.

          c.        Meningkatkan sinergisme B2P2TOOT dengan Pemerintah Daerah Karanganyar.

          d.        Memberikan peluang lebih luas terhadap kerjasama pengembangan dari hulu ke hilir pemanfaatan tanaman obat.

 

 

Pada tanggal 30 November diselenggarakan seminar sebagai menu utama kegiatan ini yang akan menampilkan hasil penelitian dengan tema sebagai berikut:

       1.       Riset Tumbuhan Obat dan Jamu

       2.       Studi pemberdayaan masyarakat, Pendayagunaan Hasil Penelitian TOJA

       3.       Formulasi Sediaan Jamu

       4.       Studi klinik formula jamu  untuk upaya kesehaan mandiri

       5.       Standarisasasi tanaman obat: upaya penyediaan bahan baku jamu berkualitas

       6.       Riset budidaya untuk peningkatan produksi tanaman

       7.       Pascapanen untuk standarisasi bahan baku jamu

 

Lebih dari sekedar mendiseminasikan hasil penelitian, hasil riset ini juga akan ditanggapi oleh pembahas yang berasal dari unsur pemerintah (Dinkes Prov. Jateng), akademik (UNS) dan industri (PT Konimex) dengan harapan penelitian tentang tanaman obat dan obat tradisional di masa yang akan datang sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat

 

Penyebarluasan hasil penelitian menyasar ke seluruh stakeholder dari unsur ABGCM (academic, bussiness, governmnet, community dan media) yaitu  Bupati Karanganyar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bappeda se-Subosukowonosraten, Direktur sejumlah perusahaan jamu seperti  Konimex, Air Mancur, Sido Muncul, Marthina Bertho, Mustika Ratu, dan Deltomed,  serta Ketua LPPM UNS,  UAD Yogyakarta, Unsoed Purwokerto, UMP, Undip, Unnes,  Dekan  Fakultas Farmasi UGM, dan Direktur Poltekkes Surakarta. Seminar ini juga terbuka untuk umum dan mahasiswa yang menaruh minat terhadap tanaman obat dan jamu tanpa dipungut biaya.

 

 

 

Pada kesempatan ini Bupati Karanganyar didampingi pejabat  dari Badan Litbang Kesehatan meninjau pameran produk tanaman obat dan obat tradisional.  Pameran ini diikuti oleh UMKM binaan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM;  Dinas Kesehatan; dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, dan industri yang bergerak di bidang obat tradisional.  Keterlibatan UMKM dan industri jamu merupakan upaya B2P2TOOT  untuk meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Daerah dan UMKM untuk bersama-sama mengembangkan jamu. Pameran produk akan berlangsung selama dua hari.

 

Kegiatan pada hari kedua, 1 Desember terdiri atas:

       1.       Senam sehat dan  minum jamu massal

       2.       Pelatihan pembuatan sediaan berbahan tanaan obat

       3.       Lomba mewarnai tingkat TK se-KabupatenKaranganyar.

       4.       Lomba menulis esai tingkat SMP se-Kabupaten Karanganyar.

       5.       Pameran produk tanaman obat dan obat tradisional

       6.       Penyerahan bibit tanaman obat

       7.       Konsultasi dokter dan pengobatan dengan jamu untuk masyarakat

 

Senam sehat dan minum jamu massal dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Kegiatan lainya adalah pelatihan pembuatan sediaan berbahan tanaman obat.  Materi tentang pembuatan lulur, balsem, dan sabun cair akan diajarkan kepada 34 orang perwakilan  dari 17  kecamatan se-Karanganyar. 

 

Lomba mewarnai dan menulis esai diadakan untuk mengenalkan dan memupuk rasa cinta pada Jamu pada generasi muda sejak dini. Sasaran lomba adalah siswa usia TK dan SMP se-Kabupaten Karanganyar.

 

Untuk meningkatkan pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat  Karanganyar, B2P2TOOT akan menyerahkan 1000 bibit tanaman obat kepada petani di lima kecamatan yaitu Jenawi, Ngargoyoso, Karangpandan, Tawangmangu, dan Jatiyoso.  Tanaman obat yang dibagikan diharapkan dapat menjadi inisiasi pengembangan produk yang menjadi unggulan lokal  masing-masing kecamatan.  Kegiatan ini sejalan dengan program TOGA. 

 

Pengobatan gratis dengan jamu dilayani oleh dokter dan apoteker peneliti untuk memperkenalkan jamu sebagai modalitas pelayanan kesehatan tradisional, dan mendekatkan masyarakat dalam menerima pelayanan selama pameran/expo.

 

 

 

 

Booth pameran B2P2TOOT menyediakan informasi dan ruang tanya jawab bagi masyarakat seputar hasil penelitian tanaman obat dan obat tradisional, pemanfaatan tanaman obat dan jamu, serta upaya kesehatan mandiri dengan jamu.  Selain itu disediakan buku-buku dan souvenir yang dapat diperoleh secara cuma-Cuma bagi masyarakat yang hadir.

 

Pada sesi audiensi dengan Pemda Karanganyar sebelum pelaksanaan TOJA EXPO, Bupati Karanganyar, H. Yuliatmono, mengatakan bahwa kegiatan ini sebaiknya dimasukkan dalam agenda  event tahunan Kabupaten Karanganyar dengan skala kegiatan yang lebih besar.  

 

TOJA EXPO 2018 diselenggarakan oleh B2P2TOOT dan didukung oleh BRI Cabang Karanganyar dan  PT Konimex.