Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan RI di Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional

  • 03/Jul/2020
  • Admin
  • Berita
  • 151

Menteri Kesehatan RI, Letjen.TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad.(K.) R.I. melakukan kunjungan ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT)  Tawangmangu pada hari Jumat tanggal 3 Juli 2020.  Lawatan kerja Menteri Kesehatan yang turut dampingi oleh Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo ke salah satu unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian kunjungan kerja ke RS Oen dan RSUD Bung Karno Surakarta.  Bukan tanpa alasan B2P2TOOT dikunjungi secara maraton setelah RSUD Bung Karno Surakarta. Menteri Kesehatan memberikan arahan agar B2P2TOOT sebagai institusi riset yang menggawangi penelitian Saintifikasi Jamu bermitra dengan RSUD Bung Karno Surakarta dan  Pemerintah Kota untuk mewujudkan RSUD Bung Karno menjadi RSU Daerah Pusat Pengobatan Tradisional.

Lokus pertama kunjungan Menteri Kesehatan di B2P2TOOT adalah Etalase Tanaman Obat Indonesia. Di tengah taman koleksi tanaman obat tersebut, Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu MSc.PH. memaparkan tugas pokok dan fungsi serta capaian B2P2TOOT dalam melaksanakan riset tanaman obat dan obat tradisional.  Sebanyak 32.000 informasi ramuan jamu berhasil dicatat dari hasil Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) yang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia pada 405 etnis.  Selain itu, disampaikan juga bahwa penelitian Saintifikasi Jamu untuk memperoleh bukti ilmiah jamu yang  dilakukan di B2P2TOOT telah berhasil membuktikan keamanan dan khasiat jamu.

Selanjutnya Menteri Kesehatan mengunjungi Rumah Riset Jamu (RRJ) Hortus Medicus.  Di lokus penelitian berbasis pelayanan menggunakan jamu tersebut Menteri Kesehatan dalam diskusinya dengan koordinator RRJ, dr. Danang Ardiyanto, memberikan tiga pesan penting yaitu:

  1. Membuat formularium obat tradisional
  2. Permenkes terkait Litbang TOOT
  3. Kerjasama membuat RS Tradisional di RSUD Bung Karno Surakarta

Pesan tersebut  menunjukkan bahwa Menteri Kesehatan menilai riset hulu-hilir Saintifikasi Jamu di B2P2TOOT sudah on the track.  Hal ini tentu menjadi pemicu semangat peneliti di B2P2TOOT untuk terus melakukan riset hulu-hilir Saintifikasi Jamu sesuai kepakaran masing-masing dan mensinergikannya agar menghasilkan formularium jamu yang terbukti aman dan berkhasiat sehingga dapat dipergunakan oleh stakeholder pengguna hasil riset salah satunya RSUD Bung Karno Surakarta yang sedang diarahkan menjadi RSUD Pusat Pengobatan Tradisional.

Selain pesan kepada RRJ Hortus Medicus, Menteri Kesehatan juga menyampaikan pesan istimewa kepada B2P2TOOT.  Dalam pesan tertulisnya, Menteri Kesehatan  menyuratkan tentang Sumber Penyembuhan Tradisional Tawangmangu mengintegrasikan tanaman obat nusantara menjadi sesuatu yang saintifik dan diaplikasikan dalam pengobatan di zaman modern di masyarakat baik nasional  maupun internasional.  Jadikan B2P2TOOT sebagai pusat suplai obat atau bahan obat tradisional dalam pengobatan modern.  Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) menjadi tujuan untuk dicapai demi lestarinya kearifan lokal nusantara dalam memberikan pelayanan pengobatan medis tradisional. Bersyukur, bersyukur, bersyukur!